UNDERLINED

May 25

“ada banyak cara untuk mencintai, salah satunya dengan bersedia menunggu” —

kurniawan gunadi

…dan istikharah

(via tina-yuliani)

(Source: kurniawangunadi, via muuttiadewi)

May 09

“Ada yang lebih berat daripada menjaga hati kita sendiri; menjaga hati orang lain, dari prasangka maupun harapan yang berlebihan.” — (via kholidarrofi)

(via muuttiadewi)

May 01

“Sebaik-baiknya ingatanku tentangmu, adalah sesering-seringnya rindu mengucap namamu; dalam doa berbalut harap bahagia.” — Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)

(via jadhep)

Apr 27

27 April 2012

Rasanya aku belum pernah membungkus kado besar berpita warna warni di setiap tahunnya di tanggal ini. Yang ada aku cuma menggodaimu seharian di kelas minta jatah traktir. Padahal waktuku hanya 3 tahun sebelum akhirnya kita tidak lagi berbagi meja di sekolah.
3 tahun berikutnya, aku terpaksa menahan cemburu waktu kamu tidak habis habisnya memuji kejutan teman temanmu di asrama. Aku pikir, sms atau email panjangku memang tidak seru sama sekali.
Tahun-tahun selanjutnya tambah parah. Aku bakal tidak ingat pernah merencanakan apa. Namun, aku masih cemburu dengan teman temanmu yang lebih bisa membuatmu tertawa.
Lalu tubuhmu mulai melemah. ‘Besok aku ultah, Trid.. Ayo main kerumah..’ Kali itu aku yang sakit. Aku tidak pernah lupa tanggal istimewamu, tapi aku sadar kurang sekali mengistimewakan kamu. Aku datang bukan karena ingin menjengukmu. Aku menyesal sampai kamu harus menyuruhku datang.
Tahun berikutnya yang paling aku sesali. Aku ternyata melewatkan kamu meniup lilin kuemu di tahun 23. Sungguh, sayang. Aku benci sekali diriku saat itu.

27 April 2011

.

Apa kabar, kamu?
Tidurmu pasti nyenyak. Tuhan bilang, Ia akan menjaga hambanya yang baik, dan kamu sangat baik. Tidak ada yang mengejutkanmu di tengah malam hanya untuk meniup lilin, biarlah malaikat penjagamu disana menggantikan kami. Tidak ada bungkus kado warna warni, tidak ada, karena doa kami tidak perlu dibungkus dan dihias pita.
Untukmu Tuhan, untukmu Yang Maha Penyayang, ampunilah sahabat kami, Jhe, angkatlah derajatnya dalam kelompok orang-orang yang mendapat petunjuk.
Kepadamu Yang Maha Pengasih, luaskanlah kubur baginya dan berikanlah cahaya didalamnya
Untukmu, Jhe. Happy Birthday. Semoga kita dipertemukan lagi dalam keadaan baik.
…amin, aminyarobbal’alamin

Jhe
27/4/1988 - 3/6/2011

Apr 16

Ada yang salah menjumpaimu sekarang. Kepayahan aku mengusirmu dari ruang benakku. Kesusahan aku melap bersih memori atau yang lebih sering kusebut debu. Kamu tidak perlu tahu.

Ada yang membuat tidak jenak berhadapan denganmu sekarang. Semua tempat dan lagu yang kembali jadi dejavu. Semua yang asing mencair dan menghangat tetiba. Aku tidak pernah tahu.

Ada yang aneh kita bercakap seperti ini. Mendengar suaramu, membaui parfummu lagi. Tahukah kamu, aku benci?

Ada yang salah dengan tidurku. Aku mungkin melewatkan dua, tiga bait doa. Maafkan aku, Tuhan. Jangan lagi hukum aku bertemu dengannya. Walau hanya dalam mimpi.

Sepi berduet dengan senja
Khawatir hujan membuatnya tidak lagi jingga
Benar saja, mendung yang naif berhenti di atas atapku
Mengetuk deras jendela kamar, sampai aku bangun
Sial, bahkan aku belum puas merekam senyumnya dalam mimpi.

Kamu cemburu, hujan?
Aku tidak lagi menikmati eforiamu
Tidak lagi merasa romantis dengan rintikmu
Tidak lagi punya memori tentangmu.

Ku benamkan kepalaku dalam musik riang yang keras
Telingaku akan pura pura tidur sampai kamu bosan dan beranjak pergi
Aku senang kamu pergi, kamu tahu?
Lalu aku akan serta merta membuka bukaan terdekat denganku
Aku menikmati kepergianmu lewat jendela kali ini
Menghirup dalam tanah basah yang kamu singgahi.
Kamu tidak perlu tahu
Aku masih menyukaimu diam diam

Mar 30

Kepada nama yang sedang kutebak tebak,

Hai. Sudahkah kita saling mengenal?
Aku adalah orang yang sedang berusaha sabar menunggumu sembari menerka.
Di pertemuan kita, mataku akan merekam kedua pipimu saat menarik senyum untukku.
Aku akan menyembunyikan pipiku yang bersemu entah bagaimana caranya.
Lalu aku akan menjabatmu, mengenalkan diriku sebagai bagian hatimu.

Aku akan merasakan tulang rusukku menegang. Tegang bertemu pasangan lainnya di tubuhmu.
Lalu kita akan duduk bersama. Menghadap arah mata angin yang sama.
Lalu kamu mulai membacakanku suatu masa. Masa dimana aku hanya mampu menduga duga.
Akan ku tulis rapi rencanamu untuk hidupku itu. Ku rapal dan ku hafal hati-hati dalam hati.

Hai, yang ku tebak tebak namanya,
Cepatlah sadar, yang bersamamu sekarang bukan
takdir yang sama dengan yang Tuhan tuliskan.
Cepatlah sadar dan temui aku.
Sebelum itu, jaga dirimu sebaik hatiku yang kujaga untukmu.
Hingga saatnya aku tidak perlu lagi menebak nebak.
Sampai nanti saatnya orang lain mengeja namamu untuk memanggilku.

Mar 29

Loperboi: Pernahkah kita menanyakan harga Oksigen di apotek ?Jika belum tahu,... -

loperboi:

Pernahkah kita menanyakan harga Oksigen di apotek ?
Jika belum tahu, +/- Rp 25rb/liter

Pernahkah kita menanyakan harga Nitrogen di apotek ?
Jika belum tahu, +/- Rp 9950/liter
——————————————————————————————
Tahukah kita bahwa :
Dalam sehari manusia menghirup 2880 liter Oksigen &…

Mar 27

“Ada jam berdetak di kepalaku. Detiknya berhenti tiap berpapasan denganmu.
Jarumnya sesuka hati berbalik arah saat kamu menambah senyum.
Alarmnya mati, tidak lagi ingat waktu, tetapi kamu.
Begitu saja. Kamu tahu kenapa?”

Mar 26

(via manchesterunited4life)

Mar 25

“Rasa itu karunia. Bisa datang kapan saja untuk siapa saja. Bisa lenyap kapan saja karena sebab apa saja. Dan juga bisa kembali kapan saja karena alasan apa saja. Mintalah pada Sang Pemberi Rasa agar diberikan rasa pada waktu yang tepat, untuk orang yang terbaik, dan dikekalkan, selalu dikembalikan utuh jika mulai berkurang.” — (via kuntawiaji)

(Source: artsianadevi, via kuntawiaji)

Mar 18

“Pelajarilah ilmu, karena mempelajarinya semata karena Allah akan membuahkan rasa takut, mencarinya adalah ibadah, menghafalnya adalah tasbih, membahasnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang belum tahu adalah sedekah, membantu penuntutnya termasuk pendekatan kepada Allah.” — Mu’adz bin Jabal (via kuntawiaji)

(Source: reisha, via kuntawiaji)

Mar 06

wis (Jawa)
sudah (Indonesia)

wis (Jawa)

sudah (Indonesia)

Feb 19

“Sekali kali melawan alam. Ku bilang s = t. Jarak ini hanya waktu yg harus dihabisi pelan pelan.” — astridirma

Jan 20

archdaily:

Bookshop And Coffee Bar in Slovakia, by Plural, Totalstudio (via ArchDaily)

archdaily:

Bookshop And Coffee Bar in Slovakia, by Plural, Totalstudio (via ArchDaily)